Logo Bloomberg Technoz

ESDM Godok HIP Bioetanol per Jenis Bahan Baku, Bidik Selesai 2026

Sabrina Mulia Rhamadanty
03 September 2026 15:50

Ilustrasi Bioetanol (Envato)
Ilustrasi Bioetanol (Envato)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mematangkan perhitungan Harga Indeks Pasar (HIP) bioetanol berbasis keragaman jenis bahan baku (feedstock) untuk mandatori bensin dengan campuran bioetanol 20% alias E20.

Langkah ini diambil untuk mengakomodasi perbedaan karakteristik serta biaya produksi dari masing-masing bahan baku, seperti tebu, jagung hingga singkong.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menyatakan bahwa regulasi penentuan harga tersebut ditargetkan rampung pada tahun ini.


“Nah, ini kita persiapkan tahun ini harus selesai penentuan Harga Indeks Pasar-nya. Harga Indeks Pasar-nya yang sudah kita keluarkan itu berdasar semua size, semua feedstock, yang based on tebu, lalu untuk jagung juga dan sumber lainnya,” kata Eniya dalam agenda IndoEBTKE Conex 2026 di Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Eniya menambahkan bahwa pemerintah menyusun formulasi HIP dengan mengacu pada standar referensi internasional dan berdiskusi bersama para pemangku kepentingan. Untuk jagung, penentuan harga memanfaatkan limbah berupa bonggol jagung.