Logo Bloomberg Technoz

"Artinya pemerintah harus memastikan bahwa ruang fiskal harus lebih besar, di mana belanja pemerintah sangat banyak prioritas programnya. alokasi anggarannya tidak cukup sedikit," ujar Esther.

Dia menyarankan pemerintah untuk terus menjalankan disiplin fiskal secara ketat. Salah satunya dengan mengalokasikan anggaran negara hanya untuk program-program yang memberi efek berlapis atau multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi, terutama berdampak besar bagi masyarakat dalam jangka panjang.

"Pemerintah juga harus mendorong pertumbuhan ekonomi tidak hanya untuk program prioritas yang sudah ada, tapi lebih condong mendorong komponen investasi dan ekspor," tegasnya. 

Di sektor keuangan, lanjut Esther, pertumbuhan kredit perbankan tercatat sekitar 13,58% per Juli 2026. Namun, jika dilihat lebih rinci, kinerja kredit di segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hanya tumbuh 1,1%. Artinya, intermediasi perbankan belum mencakup seluruh skala usaha, terutama bagi UMKM.

"Maka itu, kita harus tahu, peran KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan) tidaklah cukup hanya untuk menjaga stabilitas sistem keuangan, tapi memastikan bahwa sektor keuangan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi," tutur Esther.

Dalam kesempatan yang sama, Esther menjelaskan bahwa forum Sarasehan 100 Ekonom Indonesia ini memiliki semangat bahwa agenda ini bisa menjadi ruang untuk mempertemukan gagasan dan menguji kebijakan. Pasalnya, di balik angka pertumbuhan ekonomi, ada jutaan keluarga yang berharap kehidupan lebih baik, di balik investasi ada harapan tumbuhnya lapangan kerja berkualitas. Semua berimplikasi besar terhadap masa depan generasi muda..

(lav)

No more pages