Logo Bloomberg Technoz

Namun, baik AS maupun Iran belum menunjukkan kesediaan untuk duduk di meja perundingan sejak gagalnya perjanjian damai sementara yang disepakati pada bulan Juni. Harga minyak mentah naik hampir 60% tahun ini, sementara produk olahan seperti solar mengalami lonjakan yang lebih tajam akibat konflik di Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina.

Walau ancaman terhadap pelayaran terus berlanjut, pengiriman minyak mentah tetap mengalir melalui Selat Hormuz ke pasar global. Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan pekan ini bahwa 17 juta barel minyak keluar dari jalur air tersebut pada hari Senin, dengan arus rata-rata sekitar 8 juta barel per hari.

  • Minyak WTI untuk pengiriman Oktober turun 0,3% menjadi US$90,74 per barel pada pukul 07.00 pagi di Singapura.

  • Minyak Brent untuk penyelesaian bulan November naik 1% dan ditutup pada US$95,63 per barel pada hari Rabu.

Pasar minyak global mulai mendekati keseimbangan kembali seiring berlanjutnya pengiriman pasokan dari Teluk Persia, meskipun risiko masih ada, kata CEO Chevron Corp., Mike Wirth, dalam sebuah wawancara di Caracas.

Eskalasi ketegangan antara AS dan Iran pekan ini menjadi sumber kekhawatiran, tegas Wirth.

Di sisi lain, cadangan minyak mentah AS turun sebesar 4,5 juta barel pekan lalu, penurunan pertama sejak akhir Juli, menurut data dari Badan Informasi Energi (EIA).

Cadangan di pusat penyimpanan utama di Cushing, Oklahoma, naik sedikit menjadi 22,5 juta barel, sementara cadangan minyak turun.

(bbn)

No more pages