IAEA: Status Nuklir Iran Tak Pasti di Tengah Konflik dengan AS
News
02 September 2026 09:50

Jonathan Tirone - Bloomberg News
Bloomberg, Iran masih melarang inspektur internasional mengakses fasilitas nuklirnya, menurut laporan badan pengawas atom Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kondisi tersebut terjadi di tengah minimnya tanda-tanda bahwa Teheran dan Washington hampir mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama enam bulan.
Para pemantau Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengatakan mereka masih belum dapat memverifikasi lokasi maupun status persediaan uranium Iran yang telah diperkaya hingga tingkat mendekati kualitas untuk pembuatan bom. Hal itu disampaikan dalam dokumen terbatas setebal 11 halaman yang diedarkan pada Selasa (1/9) di Wina dan salinannya dilihat Bloomberg News.
“Kurangnya informasi yang dimiliki badan tersebut mengenai material nuklir ini serta akses ke fasilitas untuk memverifikasinya merupakan masalah yang mengkhawatirkan dari sisi proliferasi,” tulis Direktur Jenderal IAEA Rafael Mariano Grossi dalam laporan tersebut. Dia menambahkan bahwa Iran perlu mengizinkan inspektur kembali masuk “dengan tingkat urgensi setinggi mungkin.”
Laporan IAEA tersebut diterbitkan ketika AS melancarkan gelombang serangan baru terhadap sejumlah target di Iran, meningkatkan eskalasi konflik saat kedua pihak berebut kendali atas jalur perairan strategis Selat Hormuz.































