Harga Minyak Kembali Melonjak Dipicu Eskalasi Konflik AS-Iran
News
02 September 2026 06:20

Kanoko Matsuyama - Bloomberg News
Bloomberg, Harga minyak naik untuk sesi ketiga berturut-turut di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa gangguan terhadap arus energi melalui Selat Hormuz akan berlangsung lebih lama, setelah eskalasi konflik antara AS dan Iran.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bergerak menuju US$91 per barel setelah melonjak 5,2% pada Selasa (1/9), kenaikan terbesar dalam lima pekan. Minyak mentah Brent ditutup mendekati US$95 per barel. Donald Trump mengatakan serangan AS merupakan aksi balasan atas upaya Iran memasang ranjau di selat tersebut serta serangan sebelumnya terhadap sebuah pangkalan militer. Dia memperingatkan akan ada serangan lanjutan jika Teheran memberikan respons.
Dalam beberapa jam, Iran mengatakan telah melakukan serangan balasan terhadap pangkalan-pangkalan AS di kawasan tersebut dengan menembakkan rudal ke Yordania, demikian dilaporkan kantor berita semi-resmi Tasnim. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan pertempuran yang kembali pecah tersebut “hanya semakin memperketat blokade di Selat Hormuz,” menurut IRIB.
Pertempuran kembali terjadi setelah beberapa pekan relatif tenang, ketika AS mengatakan akan mengalihkan fokus dari aksi militer ke tekanan ekonomi terhadap Teheran. Harga minyak mentah hanya mencatat kenaikan tipis pada bulan lalu, tetapi masih lebih dari 30% lebih tinggi sejak perang dimulai pada akhir Februari. Harga produk olahan seperti solar naik lebih tajam akibat konflik di Timur Tengah serta perang antara Rusia dan Ukraina.































