Bursa Saham Asia Bersiap Melemah Efek Lonjakan Harga Minyak
News
02 September 2026 06:40

Toby Alder - Bloomberg News
Bloomberg, Bursa saham Asia diproyeksikan melemah pada Rabu (2/9) setelah lonjakan harga minyak mendorong imbal hasil obligasi naik dan memicu kekhawatiran bahwa inflasi yang kembali meningkat akan memaksa bank sentral memperketat kebijakan moneter.
Harga minyak mentah AS melanjutkan kenaikan dalam perdagangan awal Asia setelah melonjak lebih dari 5% pada sesi sebelumnya hingga menembus US$90 per barel. Eskalasi pertempuran antara AS dan Iran meningkatkan risiko gangguan lebih lanjut terhadap arus minyak melalui Selat Hormuz. Lonjakan harga minyak turut mendorong imbal hasil obligasi global ke level tertinggi sejak 2008 dan menekan pasar saham pada awal bulan yang secara musiman cenderung lemah. Imbal hasil US Treasury 10 tahun naik lima basis poin.
Kontrak berjangka indeks saham Jepang, Australia, dan Korea Selatan mengindikasikan pelemahan saat perdagangan dibuka. Kontrak saham AS bergerak stabil setelah Nasdaq 100 mencatat sesi terburuk dalam dua pekan dan S&P 500 turun 0,7%, tertekan aksi jual besar-besaran saham perusahaan pembuat cip. Dell Technologies Inc bergerak berlawanan dengan pelemahan sektor teknologi, melonjak dalam perdagangan setelah jam bursa setelah menaikkan proyeksi penjualan tahunannya sebesar US$25 miliar.
Kenaikan kembali harga energi menambah kekhawatiran terhadap inflasi yang sebelumnya sudah dipicu oleh belanja pemerintah dan besarnya pinjaman perusahaan untuk membiayai pengembangan kecerdasan buatan. Dengan pasar kini lebih memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga pada September, investor mencermati harga minyak dan imbal hasil obligasi untuk melihat tanda-tanda tekanan lebih lanjut terhadap saham.





























