Yang terang, saham Blibli.com tengah masuk pantauan Bursa Efek Indonesia (BEI), karena masih masuk kategori saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC).
Berdasarkan Pengumuman Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi BELI yang diumumkan pada 14 Juli 2026, sejumlah pemegang saham secara agregat menguasai 93,83% dari total saham BELI dalam bentuk warkat dan tanpa warkat.
Pengumuman tersebut merupakan hasil metodologi penentuan HSC berdasarkan struktur kepemilikan saham per 30 Juni 2026.
Dengan porsi tersebut, saham BELI yang tersebar di luar kelompok pemegang saham yang secara agregat menguasai 93,83% hanya sekitar 6,17% dari total saham Blibli.com.
BEI dan KSEI menegaskan status HSC tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan maupun ketentuan yang berlaku di bidang pasar modal.
(dhf)































