Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Dibuka Terpeleset, Tapi Langsung Bangkit

Tim Riset Bloomberg Technoz
28 August 2026 09:51

Karyawan merapihkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah membuka perdagangan Jumat (28/8/2026) dengan pelemahan 0,1% ke Rp17.744/US$, di tengah sikap pelaku pasar wait and see terhadap sejumlah sentimen yang membayangi pasar domestik. 

Dari sisi eksternal, pelaku pasar mencermati pidato Gubernur Federal Reserve Kevin Warsh di simposium Jackson Hole yang diperkirakan sebagian pihak akan bernada hawkish

Sementara, harga minyak mentah Brent sedikit terpangkas 0,61% meski masih bertahan di level tinggi US$89,15/barel. Indeks dolar AS juga turun tipis ke 99,13.


Pelemahan yang terjadi pada harga minyak dan dolar AS memberi ruang penguatan bagi sebagian mata uang Asia. Won Korea Selatan menguat paling tajam 0,35%, disusul dolar Taiwan 0,22%, ringgit Malaysia 0,16%, dan dolar Singapura 0,06%.

Sedangkan peso Filipina melemah paling dalam 0,49%, disusul baht Thailand, yen Jepang, yuan China dan yuan offshore, rupiah, dan dolar Hong Kong. 

Rupiah dan mata uang Asia pada Jumat (28/8/2026). (Bloomberg)