Logo Bloomberg Technoz

RI Incar Pasar Digital hingga US$600 Miliar

Sabrina Mulia Rhamadanty
27 August 2026 19:40

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Bloomberg Technoz/Andrean K)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pemerintah sedang menyiapkan Digital Economy Framework Agreement (DEFA) di kawasan ASEAN. Perjanjian tersebut ditargetkan dapat ditandatangani pada November 2026 di Manila, Filipina.

"Di lingkup ASEAN kita sedang menyiapkan namanya Digital Economic Framework Agreement (DEFA), harapannya ini akan ditandatangani di bulan November di Manila," ujar Airlangga dalam agenda Kick Off Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2026 di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Airlangga menjelaskan bahwa implementasi DEFA berpotensi menggandakan nilai pasar digital ASEAN dari US$ 1 triliun menjadi US$ 2 triliun. Dengan porsi Indonesia yang mencapai 30% hingga 40%, potensi ekonomi digital nasional diperkirakan mampu menembus US$600 miliar.


"DEFA berdasarkan studi yang sebelumnya pasar digital ASEAN US$1 triliun, ini akan meningkat US$2 triliun, dan bagi Indonesia sekitar 30-40% maka ini automatic kita bisa mendorong ekonomi digital ini sampai US$600 miliar," jelasnya.

Peluang besar tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh Kementerian UMKM untuk mendorong lebih banyak pelaku usaha, khususnya produsen produk artisan, bertransformasi ke ekosistem digital.