Logo Bloomberg Technoz

Pasar Akan Cermati Aksi Demo dan Kebijakan BI, Begini Arah Rupiah

Tim Riset Bloomberg Technoz
27 August 2026 07:48

Karyawan menghitung mata uang rupiah di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung mata uang rupiah di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Proyeksi rupiah di pasar spot hari Kamis (27/8/2026) diproyeksikan kembali terkonsolidasi, dan memangkas sebagian penguatannya menuju ke rentang Rp17.710-Rp17.830/US$.  

Pergerakan rupiah di luar negeri sudah lebih dulu tertekan. Rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) kembali melemah ke Rp17.828/US$ pada 06.39 WIB, terpangkas 0,29% dari level pembukaan perdagangan pagi ini, di Rp17.779/US$. 

Rupiah di pasar offshore pada Kamis (27/8/2026) pagi (Bloomberg)

Volatilitas rupiah di pasar offshore sedikit mereda setelah pukul 07.00 WIB dan berangsur-angsur kembali mendapat tenaga dengan memangkas pelemahannya menjadi tersisa 0,08% ke Rp17.793/US$ pada 07.30 WIB. 


Sementara mata uang Asia di pasar yang sudah buka juga berhasil menguat secara terbatas. Won Korea Selatan, misalnya, hanya mampu mempertahankan penguatan 0,17%, disusul yen Jepang 0,11%, dan dolar Singapura 0,06%, lalu yuan China 0,03%. Sebaliknya, ringgit Malaysia sedikit terpeleset dengan menyusut 0,02%. 

Pergerakan mata uang Asia (Bloomberg)

Meski harga minyak Brent masih relatif stabil di US$87,84/barel, indeks dolar Amerika Serikat (AS) terhadap enam mata uang utama kembali terapresiasi ke kisaran 99,11, setelah menguat 0,25% kemarin. Hal ini menahan sebagian penguatan mata uang di kawasan. 

Sentimen Domestik