Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Dibuka Rp17.763/US$, Ini Penyebabnya

Tim Riset Bloomberg Technoz
27 August 2026 09:26

Karyawan merapihkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah membuka perdagangan Kamis (27/8/2026) dengan pelemahan 0,29% ke level Rp17.763/US$. Tak lama berselang, rupiah kembali melanjutkan pelemahan 0,36% ke Rp17.775/US$ pada 09:05 WIB. 

Meski sentimen eksternal relatif mereda, sejatinya sejumlah sentimen domestik masih berpotensi menekan pasar keuangan Tanah Air hari ini.  

Rupiah melemah tertekan sentimen domestik: demonstrasi dan pasar cermati arah kebijakan BI di tangan gubernur baru. (Bloomberg)

Dari dalam negeri, pasar akan mencermati kondisi aksi demontrasi yang akan berlangsung hari ini. Lokasi demonstrasi direncanakan bertempat di depan Gedung DPR/MPR akan menjadi titik pemantauan. Jika eskalasi dan ketegangan terjadi, maka pasar diperkirakan akan kembali menyalakan alarm risk-off dan bisa saja kembali melepas aset-aset rupiah. 


Namun sebaliknya, jika kondisi relatif kondusif dan terkendali, maka pergerakan rupiah relatif terjaga meski akan tampak bias pelemahan menuju rentang Rp17.740-17.850/US$. 

Analisis Teknikal Rupiah Kamis 27 Agustus 2026 (Sumber: Bloomberg)

Selain itu, pasar juga masih mencerna arah kebijakan Bank Indonesia (BI), setelah pemaparan Destry Damayanti, kandidat tunggal Gubernur BI, dan Aida Suwandi Budiman sebagai calon Deputi Gubernur Senior BI dalam uji kelayakan dan kepaturan di DPR kemarin.