Pakistan Abaikan Ancaman AS, Pilih Lanjut Perdagangan dengan Iran
News
28 August 2026 07:40

Tooba Khan - Bloomberg News
Bloomberg, Pakistan menyatakan pihaknya tidak "berkewajiban" untuk mematuhi sanksi unilateral terhadap Iran kecuali jika sanksi tersebut dijatuhkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pernyataan ini memberi sinyal kesiapan Islamabad untuk melanjutkan perdagangan dengan Teheran, menyusul peringatan Amerika Serikat (AS) mengenai hukuman ekonomi bagi negara-negara yang bertransaksi dengan negara tersebut.
Islamabad tetap menjalankan kesepakatan bilateral dengan Iran, dan meskipun perdagangan antara kedua negara tetangga tersebut tergolong kuat, "terdapat keinginan untuk memperluasnya," ungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan Tahir Andrabi dalam konferensi pers mingguan pada Kamis (27/8).
Pakistan mengandalkan hubungan dekatnya dengan Iran untuk memediasi pembebasan kapal-kapal tanker minyak pada fase awal konflik. Kedua negara juga telah sepakat untuk merampungkan perjanjian perdagangan bebas guna meningkatkan nilai perdagangan bilateral lebih dari tiga kali lipat hingga mencapai US$10 miliar.
Pakistan berupaya menjaga keseimbangan hubungan antara AS dan Iran di tengah kecamuk perang. Negara tersebut telah memperkuat hubungannya dengan AS pada periode kedua kepemimpinan Donald Trump, terutama setelah mengemuka sebagai mediator kunci antara Teheran dan Washington.
































