Logo Bloomberg Technoz

Semarak Saham Backdoor Listing Saat Bursa IPO Penuh Tantangan

Cahya Puteri Abdi Rabbi
27 August 2026 12:50

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (14/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (14/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sejumlah aksi backdoor listing kembali menjadi sorotan.

Alasannya sebagian saham emiten hasil backdoor listing kembali bergerak volatil selepas pengalihan bisnis dan injeksi aset mulai berlangsung tahun ini.

Geliat saham backdoor listing terjadi di tengah peforma indeks harga saham gabungan (IHSG) yang minus tahun ini. IHSG masih minus 25,4% year-to-date. Sementara itu, hajatan initial public offering (IPO) relatif landai.


Di sisi lain, sebagian investor kelas kakap justru mengambil opsi backdoor listing untuk menyiasati kondisi pasar yang masih muram belakangan.

Sejumlah pemodal kakap mengambil alih emiten yang sudah ada dan menjadikannya kendaraan untuk mengembangkan bisnis maupun memasukkan aset baru.