Rupiah Stagnan, Pasar Mencerna Arah Kebijakan BI di Era Destry
Tim Riset Bloomberg Technoz
26 August 2026 17:19

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah menutup perdagangan Rabu (26/8/2026) dengan stagnasi, di posisi yang sama dengan penutupan Senin (24/8/2026) yakni Rp17.712/US$, kala Calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, melakukan tes uji kelayakan di DPR.
Indeks dolar AS yang kembali mendapat tenaga dan menguat secara terbatas ke 98,99 juga sedikit menahan sejumlah mata uang di Asia. Baht Thailand memimpin pelemahan 0,11%, diikuti won Korea Selatan dan dolar Singapura, juga yuan offshore. Sebaliknya, ringgit Malaysia berhasil menguat 0,39%, bersama dolar Taiwan, dan peso Filipina.
Namun, harga minyak yang juga tetap jinak di US$85,83 masih membuat sisi eksternal kawasan diliputi sentimen positif.
Dari dalam negeri, investor mencermati arah kebijakan moneter dari kandidat tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI). Dalam paparannya, Destry menyatakan kondisi neraca pembayaran Indonesia perlu mendapatkan perhatian untuk menahan volatilitas rupiah dari gempuran sentimen eksternal. Sebab, tantangan rupiah dalam jangka panjang berasal dari sisi eksternal.
Salah satunya dengan peningkatan ekspor untuk memperkuat sektor eksternal Indonesia. Sebab, transaksi berjalan Indonesia masih menghadapi defisit, salah satunya akibat defisit jasa dan pembayaran pendapatan.

































