Pelemahan Rupiah Terpangkas, Ditutup di Rp17.726/US$
Tim Riset Bloomberg Technoz
27 August 2026 16:05

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah menutup perdagangan Kamis (27/8/2026) dengan pelemahan lebih terbatas 0,08% ke level Rp17.726/US$, kala harga minyak mentah kembali terpangkas 0,81% ke US$87,13/barel.
Dari dalam negeri, sentimen terkait kekhawatiran adanya eskalasi gejolak sosial akibat demonstrasi yang sempat menekan rupiah agaknya mulai mereda. Rupiah berhasil memangkas pelemahannya, seiring aksi demonestrasi yang relatif terkendali.
Dari sisi eksternal, tekanan harga minyak kembali jinak, meski indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama tetap tinggi di 99,17. Hal ini tetap menyisakan ruang penguatan bagi sebagian mata uang Asia.
Won Korea Selatan memimpin penguatan bersama dolar Taiwan dengan penguatan masing-masing 0,4%, diikuti dolar Singapura menguat terbatas 0,08% dan yuan offshore 0,05%, yuan China 0,03%, dan dolar Hong Kong 0,01%.
Sebaliknya, peso Filipina melemah paling tajam 0,37% disusul baht Thailand, rupee India, dan rupiah juga yen Jepang.































