Dari dalam negeri, pelaku pasar masih mencermati situasi hari ini usai demonstrasi yang berlangsung kemarin. Sejumlah demonstran masih bertahan hingga malam hari pukul 23:00 WIB di daerah Pejompongan sekitar setengah kilometer dari Gedung DPR/MPR dan beberapa kali dikabarkan terlibat bentrok dengan polisi. Pelaku pasar akan mencerna kondisi keamanan dalam negeri pasca demonstrasi tersebut.
Di sisi lain, sejumlah bencana alam, seperti kebakaran hutan yang menyebabkan asap juga menahan produktivitas yang pada akhirnya berpotensi memperlambat laju pertumbuhan ekonomi. Pelaku pasar akan mencermati efektivitas dari respons pemerintah terhadap bencana alam, bukan hanya kebakaran hutan, tetapi juga gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dari sisi eksternal, tingginya indeks dolar AS yang menguat 0,35% sepanjang pekan, lantaran pasar kembali memperhitungkan risiko inflasi yang maish tinggi sehingga kemungkinan suku bunga The Fed atau Fed Fund Rate (FFR) akan bertahan tinggi lebih lama.
Kondisi ini berpotensi membatasi ruang penguatan rupiah. Kenaikan yield US Treasury, terutama tenor pendek, juga memberi insentif bagi investor untuk menahan aset berbasis dolar AS.
Namun tekanan dari sisi eksternal belum membuat posisi rupiah melemah secara signifikan. Hal ini terlihat dari pergerakan rupiah sepanjang pekan yang masih bertahan di kisaran Rp17.700/US$.
Pada penutupan kemarin (27/8/2026), rupiah spot bertahan di Rp17.726/US$, dengan memangkas pelemahannya dari 0,26% menjadi 0,08%. Bahkan kurs JISDOR Bank Indonesia masih berada di Rp17.762/US$.
Dengan sentimen yang membayangi, rupiah di pasar spot hari ini berpotensi kembali terkonsolidasi dengan bias melemah di rentang Rp17.700-17.800/US$.
Analisis Teknikal
Secara teknikal, nilai tukar rupiah masih berisiko melemah meski relatif terbatas. Support terdekat menuju level Rp17.740/US$ dengan target selanjutnya tertahan di Rp17.780/US$.
Apabila kembali break kedua support tersebut, mata uang Tanah Air bisa saja terdepresiasi lebih lanjut dengan target paling pesimistis di level Rp17.800/US$.
Namun jika rupiah mampu menguat, maka target yang menarik dicermati ada di Rp17.700/US$. Resisten lanjutan ada di Rp17.650/US$ dengan target paling optimistis Rp17.600/US$.
(riset/aji)



























