Logo Bloomberg Technoz

Korban Tewas Banjir Bandang Nepal Tembus 389 Jiwa, Ribuan Hilang

News
28 August 2026 07:20

Banjir bandang di perbatasan China-Nepal. (Sumber: Bloomberg)
Banjir bandang di perbatasan China-Nepal. (Sumber: Bloomberg)

Dan Strumpf, Akriti Sharma, Ben Westcott dan Nikita Koirala - Bloomberg News

Bloomberg, Banjir bandang di sebuah lembah Nepal dekat perbatasan China menimbulkan kerusakan besar, merendam desa-desa dan menghanyutkan bangunan. Setidaknya 389 orang tewas dan lebih dari 1.200 orang masih hilang, termasuk ratusan wisatawan asing.

Warga dari sejumlah negara, termasuk India, Malaysia, Australia, Inggris, dan Amerika Serikat (AS), masih belum diketahui keberadaannya lebih dari 24 jam setelah bencana terjadi. Banjir menghanyutkan jalan dan jembatan di Distrik Rasuwa, wilayah pegunungan Nepal, serta memicu peringatan evakuasi di sejumlah daerah.


Foto dan video yang merekam bencana tersebut menunjukkan gelombang air dan batu menerjang desa-desa di lembah pegunungan yang ramai dikunjungi wisatawan. Dalam salah satu video yang banyak beredar, gelombang material longsoran menerjang kompleks perbatasan di Pelabuhan Gyirong, Tibet, yang merupakan jalur utama China menuju Nepal. Sejumlah bangunan hanyut dan warga terlihat berlarian menyelamatkan diri.

“Tidak ada yang tahu apa pun,” kata Paribesh Chiluwal, warga Kathmandu yang kehilangan kontak dengan istrinya yang berusia 28 tahun dan putranya yang berusia 2 tahun setelah bencana. Istrinya yang sedang hamil delapan bulan bekerja di pos kesehatan setempat di Timure, Distrik Rasuwa. Ia menggambarkan beberapa jam terakhir sebagai sesuatu yang “traumatis.”