Logo Bloomberg Technoz

Undang-undang mengenai struktur pasar tersebut dapat memberikan kewenangan utama kepada CFTC untuk mengatur industri aset digital. Rancangan undang-undang itu dijadwalkan menjalani pemungutan suara prosedural di Senat pada pertengahan September, tetapi masih terdapat sejumlah persoalan besar yang dapat menyulitkan pengesahannya sebelum para anggota parlemen mulai mengalihkan perhatian ke pemilu sela pada November.

Meski undang-undang merupakan “cara paling pasti untuk menetapkan struktur pasar kripto secara permanen,” Selig mengatakan CFTC memiliki kewenangan yang cukup besar untuk bertindak berdasarkan undang-undang yang sudah ada. “Jika kami harus menggunakan kewenangan tersebut untuk membuat aturan tanpa dukungan undang-undang baru, kami akan melakukannya,” kata Selig.

Sementara itu, CFTC tengah mengeksplorasi jenis platform baru yang akan berada di bawah pengawasannya, yang disebut crypto asset market. Platform ini dapat menawarkan perdagangan dengan sistem leverage atau margin, kata Selig dalam pertemuan komite tersebut pada Kamis. Regulator itu juga berdiskusi dengan pengembang perusahaan on-chain finance untuk menentukan bagaimana mereka dapat beroperasi secara legal di AS, katanya.

Langkah-langkah tersebut dapat membuka jalan bagi platform populer yang saat ini beroperasi dari luar negeri dan belum terdaftar untuk memindahkan operasional mereka ke AS. Trump mengatakan dalam acara di Gedung Putih pada Rabu bahwa Selig sedang menjajaki cara untuk membawa platform kripto yang berkembang pesat, Hyperliquid, ke pasar domestik “dengan sepenuhnya mematuhi aturan dan secara legal.”

Industri pasar prediksi yang tengah berkembang pesat juga mendominasi sebagian besar agenda kebijakan regulator swap dan futures tersebut tahun ini. Selig mengatakan CFTC sedang berupaya menyelesaikan aturan “dalam waktu dekat” untuk kontrak berbasis peristiwa yang diperdagangkan di pasar prediksi seperti Kalshi, Underdog, dan Polymarket US.

“Ketika saya mulai menjabat, kotak Pandora seolah sudah terbuka. Ada begitu banyak instrumen dan kontrak baru yang diperdagangkan di pasar kami,” katanya dalam wawancara tersebut.

CFTC sebelumnya mengajukan proposal pada awal tahun ini untuk memperketat aturan terhadap taruhan yang berkaitan dengan perang, terorisme, dan pembunuhan. Proposal tersebut juga mengusulkan definisi yang lebih sempit untuk sejumlah aktivitas “permainan”, yakni sebagai permainan yang sepenuhnya bergantung pada keberuntungan. Dengan demikian, sebagian besar kontrak olahraga yang saat ini diperdagangkan masih dapat terus berjalan.

“Kami sudah mendengar dengan jelas masukan dari para pihak bahwa mereka menginginkan perlindungan konsumen yang lebih besar bagi investor ritel, dan kami juga akan menerapkannya,” kata Selig.

Kontrak Berjangka Daya Komputasi AI

Selig, yang saat ini merupakan satu-satunya anggota dari komisi yang dirancang beranggotakan lima orang dan bersifat bipartisan, juga memulai inisiatif baru pekan ini untuk meminta masukan publik mengenai perdagangan kontrak berjangka “compute”, atau derivatif yang terkait dengan daya komputasi yang menjadi fondasi industri kecerdasan buatan (AI).

“Jika Amerika ingin memenangkan perlombaan AI, kita harus mendominasi pasar komputasi,” kata Selig. “Menurut saya, ini adalah komoditas terpenting di zaman kita.”

Sejumlah bursa, termasuk CME Group Inc., Intercontinental Exchange Inc., dan Architect Financial Technologies Inc., telah mengumumkan rencana untuk mulai memperdagangkan kontrak tersebut, menunggu persetujuan regulator. Topik ini menjadi salah satu fokus utama pertemuan CFTC pada hari itu, yang juga dihadiri para CEO perusahaan jasa keuangan tradisional dan pendatang baru.

Selig mengatakan CFTC bekerja sama erat dengan Departemen Perdagangan AS untuk menyusun standar bagi kontrak berjangka komputasi AI. Namun, dia ingin memastikan CFTC tidak mengizinkan “berbagai produk bermasalah” diperdagangkan di AS.

“Harapkan sejumlah perkembangan dalam beberapa bulan ke depan,” tambahnya.

(bbn)

No more pages