Logo Bloomberg Technoz

Jurus BI Jaga Rupiah: Dorong Inflow Asing-Insentif Lindung Nilai

Pramesti Regita Cindy
20 August 2026 11:30

Pelaksana tugas Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti saat rapat KSSK di Jakarta, Indonesia, Senin (3/8/2026). (Dimas Ardian/Bloomberg)
Pelaksana tugas Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti saat rapat KSSK di Jakarta, Indonesia, Senin (3/8/2026). (Dimas Ardian/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) membeberkan sejumlah strategi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui optimalisasi strategi intervensi valuta asing, baik di pasar luar negeri maupun domestik.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari arah kebijakan moneter BI untuk memperkuat efektivitas stabilisasi nilai tukar rupiah sekaligus menjaga inflasi 2026 dan 2027 dalam sasaran 2,5% plus-minus 1%.

“Pertama, mengoptimalkan strategi intervensi valuta asing guna memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah baik melalui transaksi non-deliverable forward atau NDF di pasar luar negeri maupun transaksi spot dan domestic non-deliverable forward atau DNDF di pasar domestik,” kata Destry Damayanti, Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur BI, Rabu (19/8/2026).


Selain intervensi valuta asing, BI akan mengelola struktur suku bunga di pasar uang agar tetap sejalan dengan BI-Rate dan suku bunga instrumen operasi moneter pro-market. Strategi operasi moneter pro-market juga akan terus diperkuat.

BI juga akan menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan dengan memastikan pertumbuhan uang primer tetap di atas 10% atau double digit, sesuai dengan ekspansi moneter.