Logo Bloomberg Technoz

Kedua gangguan tambang ini memperparah kondisi pasokan logam tersebut yang memang sudah terbatas secara global.

Harga tembaga diperdagangkan mendekati rekor tertinggi di kisaran US$14.000/ton, didorong oleh ancaman tarif Amerika Serikat (AS) yang memicu arus masuk logam ke pelabuhan-pelabuhan Amerika, di tengah kesulitan perusahaan tambang dalam mengimbangi pertumbuhan permintaan dari sektor pusat data dan elektrifikasi.

Secara historis, Las Bambas menyumbang sekitar 2% dari pasokan tambang global, dengan produksi sebanyak 410.834 metrik ton pada tahun lalu.

Tambang ini memiliki riwayat gangguan yang panjang akibat protes masyarakat dan pemblokiran jalan, termasuk penutupan operasional selama 50 hari pada 2022.

MMG baru-baru ini menyatakan bahwa operasional tambang telah berjalan stabil sejak Maret 2023.

Caserones berskala jauh lebih kecil, tetapi kesulitan yang dihadapinya untuk kembali beroperasi memberikan gambaran awal mengenai dampak pola cuaca El Niño yang kuat terhadap tambang-tambang di negara penghasil tembaga terbesar di dunia.

Cuaca ekstrem di wilayah utara Cili pekan ini memicu pembatasan aktivitas di sejumlah pelabuhan pengiriman tembaga.

Fenomena El Niño yang kian menguat secara global berpotensi mengganggu kegiatan pertambangan akibat banjir, kekeringan, dan kekurangan pasokan listrik, dengan sektor tembaga menjadi salah satu yang paling terdampak di wilayah-wilayah penghasil utama seperti Cili dan Zambia.

(bbn)

No more pages