Logo Bloomberg Technoz

IHSG Terguncang Net Sell Asing Rp82 T, Tertinggi dalam 5 Tahun

Muhammad Julian Fadli
06 October 2026 14:42

Papan saham IHSG di BEI. Dok Bloomberg
Papan saham IHSG di BEI. Dok Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Investor asing tercatat masih melangsungkan jual bersih (net sell) sepanjang 2026, dengan nilai Rp82,67 triliun hingga perdagangan kemarin. Alhasil, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah menyentuh level terendahnya sejak 2020.

Tertekan banyak sentimen negatif di pasar, IHSG tergelincir di zona merah dengan penurunan mencapai 28% year–to–date/ytd di level 6.195 hari ini, Selasa (6/10/2026).

Koreksi IHSG terjadi di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang masih jauh dari jalan damai. Selat Hormuz–jalur pelayaran strategis dan paling vital di dunia bagi distribusi minyak dan gas bumi– tertutup total, menyulut kenaikan harga minyak mentah hingga 80% sepanjang 2026.


Dari dalam negeri, ancaman turun kelas menjadi Frontier Market dari penyedia indeks global MSCI dalam pengumuman Annual Market Classification Review menjadi sentimen negatif bagi IHSG. Kinerja pasar saham pun tertekan, ditinggal sejumlah investor kakap yang dihantui kegelisahan tersebut.

Selama risiko terkait degradasi klasifikasi menjadi Frontier Market dan status freeze belum dicabut oleh MSCI, IHSG masih diambang ketidakpastian. Adapun keputusan final mengenai status pasar Indonesia amat menjadi perhatian investor, yaitu pada MSCI Index Review November 2026.