PASOKAN ENERGI
Revisi Harga Dinilai Efektif Atasi Isu Ketimpangan DMO Batu Bara
Azura Yumna Ramadani Purnama
06 October 2026 08:50

Bloomberg Technoz, Jakarta – Indonesian Mining and Energy Forum (IMEF) menilai revisi harga batu bara untuk program wajib pasok domestik atau domestic market obligation (DMO) bakal lebih efektif mengatasi masalah pasokan batu bara, alih-alih memberikan ‘ancaman’ melalui pengenaan sanksi.
Ketua Umum IMEF Singgih Widagdo menyatakan harga batu bara domestic price obligation (DPO) untuk sektor kelistrikan senilai US70/metrik ton serta industri semen dan pupuk seharga US$90/metrik ton sangat jauh di bawah harga global yang tercatat dalam harga batu bara acuan (HBA) I September 2026 sekitar US$126,8/ton.
Singgih memandang penambang bakal menempatkan penjualan ke pasar domestik sebagai alternatif terakhir, sebab harganya sangat jauh dengan harga batu bara di pasar ekspor.
“Dengan biaya tambang yang cukup meningkat tajam, khususnya bahan bakar, dengan menjual ke semen industri pada dasarnya relatif tidak untuk atau at cost; apalagi harus menjual ke kelistrikan umum,” kata Singgih kepada Bloomberg Technoz, Selasa (6/10/2026).
“Jadi perusahaan—meskipun mendapatkan penugasan—dengan perhitungan biaya, pasti pasar domestik, selain smelter tentu menjadi pasar alternatif terakhir,” tegas dia.











