Logo Bloomberg Technoz

Masa Depan Tambang CATL Tak Pasti, Pasar Litium China Fluktuatif

News
14 August 2026 17:30

Tambang litium Jianxiawo milik CATL di Yichun, Provinsi Jiangxi, pada Maret 2025. (Gilles Sabrie/Bloomberg)
Tambang litium Jianxiawo milik CATL di Yichun, Provinsi Jiangxi, pada Maret 2025. (Gilles Sabrie/Bloomberg)

Annie Lee dan James Attwood - Bloomberg News

Bloomberg, Setahun setelah tambang litium utama milik Contemporary Amperex Technology Co Ltd (CATL) pertama kali ditutup, spekulasi mengenai nasibnya masih memicu fluktuasi harga yang tajam. 

Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pedagang dan analis bahwa volatilitas pada kontrak bursa China yang baru berkembang ini mengaburkan faktor-faktor penggerak pasar lainnya.


Rumor dan laporan yang belum terverifikasi seputar operasi Jianxiawo milik raksasa baterai tersebut telah berkontribusi pada penurunan harga litium sebesar hampir 30% sejak Mei, di tengah kekhawatiran pasar akan beroperasinya kembali tambang yang menyumbang sekitar 4% dari pasokan global tersebut.

Namun, tanpa dimulainya kembali operasi secara penuh, beberapa pelaku pasar berpendapat bahwa satu tambang yang menyita perhatian ini mendominasi fokus pasar—terutama di kalangan investor ritel—pada saat permintaan litium sebenarnya sedang meningkat pesat.