Arah Rupiah Menanti Sinyal RAPBN 2027
Tim Riset Bloomberg Technoz
14 August 2026 07:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah di pasar spot diperkirakan masih melanjutkan konsolidasinya hari ini, Jumat (14/8/2026), setelah kemarin menguat terbatas 0,03% ke Rp17.870/US$.
Di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF), rupiah hari ini tak berubah banyak dan masih bertahan di Rp17.917/US$. Pergerakan rupiah masih defensif di luar negeri lantaran pelaku pasar masih akan mencermati peta kebijakan ekonomi nasional untuk beberapa tahun ke depan.
Dari domestik, perhatian pelaku pasar hari ini akan tertuju pada penyampaian Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 oleh Presiden Prabowo Subianto, di Gedung DPR/MPR RI.
Setelah volatilitas rupiah yang terjadi sepanjang tahun ini akibat tekanan eksternal dan kenaikan harga minyak yang di atas asumsi dasar makro 2026, pelaku pasar akan mencermati bagaimana rencana besar pemerintah dalam mengorkestrasi kebijakan fiskal, moneter, dan strategi dalam menghadapi tekanan eksternal yang seringkali tak terprediksi.
Dari sisi eksternal, katalis bagi rupiah cukup membaik hari ini. Indeks Harga Produsen (PPI) AS yang melambat menjadi 4,7% dari 5,5%, inflasi AS juga melandai 3,4% turun dari 3,5%, ditambah harga minyak yang mulai terkoreksi ke US$87/barel, membuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September kembali mereda.






























