Logo Bloomberg Technoz

Sentimen eksternal yang mereda juga membawa sebagian mata uang Asia menguat pagi ini. Won Korea Selatan menguat 0,36%, disusul yen Jepang 0,04%, dan dolar Singapura yang lebih terbatas 0,02%, juga yuan offshore 0,01%. 

Mata uang Asia di pasar yang sudah buka, Jumat (14/8/2026), 07.01 WIB. (Bloomberg)

Namun, selisih antara posisi rupiah di pasar spot dan pasar NDF, masih menunjukkan bahwa pasar di luar negeri masih memasang premi risiko yang lebih tinggi. Artinya, meski sentimen global mulai bersahabat, investor belum sepenuhnya percaya bahwa tekanan terhadap rupiah telah berakhir.

Arah rupiah hari ini diperkirakan lebih banyak digerakkan oleh kombinasi sentimen eksternal, dan kredibilitas kebijakan domestik. Jika Nota Keuangan dan RAPBN 2027 memberikan sinyal disiplin fiskal, strategi pembiayaan yang kredibel, serta koordinasi kuat antara pemerintah dan Bank Indonesia, rupiah berpeluang terapresiasi dan menguji kembali di area Rp17.800/US$. 

Sebab, RAPBN 2027 lebih dari sekadar dokumen fiskal. Bagi pasar valas, dokumen tersebut akan menjadi salah satu parameter untuk mengukur seberapa besar policy credibility pemerintah dalam menghadapi lingkungan global yang semakin sulit diprediksi.

Sebagai catatan, nilai tukar rupiah dalam asumsi dasar ekonomi makro RAPBN 2027 dipatok pada rentang Rp16.800-Rp17.500/US$. 

Analisis Teknikal 

Analisis Teknikal Rupiah Jumat 14 Agustus 2026 (Sumber: Bloomberg)

Secara teknikal, nilai tukar rupiah berpotensi lanjut menguat pada perdagangan hari ini. Rupiah punya target penguatan menuju Rp17.850/US$ sampai dengan Rp17.800/US$. Level selanjutnya berpeluang lanjut menguat bertahap ke Rp17.700/US$ dengan tertembusnya resistance kuat dari posisi sebelumnya.

Namun jika rupiah berbalik hingga melemah, maka support terdekat dapat menuju Rp17.900/US$. Sementara rentang gerak rupiah dalam support nantinya di antara Rp17.950/US$ sampai dengan Rp18.000/US$.

(riset/aji)

No more pages