Lansia di Indonesia Makin Tak Percaya Diri Memandang Ekonomi
Dian Sari Pertiwi
12 August 2026 06:41

Bloomberg Technoz, Jakarta - Dalam Laporan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang dirilis Bank Indonesia (BI) edisi Juli, tersemat keresahan kelompok lanjut usia (lansia) terkait masa depan dan kondisi perekonomian mereka. Di antara semua kelompok, hanya kelompok lansia yang tercatat pesimistis di hampir semua indikator keyakinan konsumen.
Merujuk data IKK edisi terbaru yang dirilis BI pada Senin (10/8/2026), keyakinan kelompok usia di atas 60 tahun turun 4,6 poin dari 102,8 ke 98,2. Bukan hanya menjadi penurunan paling dalam, tapi juga satu-satunya kelompok yang masuk ke zona pesimistis di bawah 100.
Dalam laporan tersebut, para lansia menyatakan bahwa ekspektasi mereka terhadap masa depan turun cukup dalam sebesar 8 poin ke 103,5. Selain itu, ekspektasi kegiatan usaha juga anjlok 17,2 poin jadi 87,9, masuk ke zona pesimistis. Bahkan, persepsi terhadap ketersediaan lapangan kerja juga hanya 83,1.
Pernyataan responden kelompok usia ini menggambarkan bahwa lansia bukan sekadar merasa ekonomi hari ini lebih berat. Mereka juga mulai meragukan kemampuan ekonomi dalam menyediakan masa depan yang cukup aman bagi kelompok usia ini.
Tak seperti kelompok muda, ketidakpastian ekonomi yang terjadi saat ini mungkin masih bisa diatasi dengan waktu. Kelompok usia yang lebih muda masih punya waktu belasan hingga puluhan tahun untuk bekerja, menabung, dan mungkin membangun aset. Namun bagi lansia, ruang untuk mengoreksi kesalahan ekonomi jauh lebih sempit.































