Presiden Prabowo Subianto mengusulkan dua nama untuk mengisi pos Deputi Gubernur adalah Solikin M Juhro dan M Anwar Bashori. Hanya salah satu yang terpilih akan menggantikan Aida S Budiman yang diusulkan untuk menjadi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.
Sepertinya, pasar tak cuma menunggu siapa yang akan menjadi Gubernur BI, tapi juga membaca formasi kepemimpinan baru BI dan arah kebijakan yang akan dibawa ke depan.
Terlebih, di tengah tekanan eskternal yang belum sepenuhnya reda, lantaran pasar energi masih dibayangi ketidakpastian konflik Timur Tengah, dan kebuntuan perundingan AS-Iran.
Hal ini juga yang membuat posisi rupiah yang berada dalam posisi serba tanggung. Faktor global sebenarnya sudah memberikan angin segar, dengan terpangkasnya potensi kenaikan suku bunga The Fed karena inflasi AS melandai, dolar AS dan harga minyak sedikit terpangkas.
Di tengah kondisi ini, rupiah masih punya peluang penguatan meski sangat terbatas. Sebab investor tampaknya masih butuh lebih dari sekadar pelemahan dolar untuk masuk lagi ke aset rupiah.
Jika tekanan eksternal kembali meningkat, terutama akibat eskalasi konflik AS-Iran atau lonjakan harga minyak, rupiah berpotensi kembali menguji Rp17.900/US$
(dsp/aji)






























