Dalam kesempatan sebelumnya, Bahlil tidak memerinci berapa setoran PNBP khusus dari sektor minerba hingga Juli.
Akan tetapi, sebagai gambaran, pada Januari—April 2026 saja, subsektor minerba menjadi penyumbang utama dari PNBP ESDM dengan nilai Rp48,95 triliun, naik 6,21% year on year (yoy).
"Peningkatan penerimaan harus tetap dilaksanakan secara akuntabel, transparan, serta memperhatikan keberlanjutan pengelolaan sumber daya alam dan kepatuhan para pelaku usaha," ujar Bahlil melalui pernyataan resmi akhir pekan lalu.
Di sisi lain, Kementerian Keuangan melaporkan PNBP dari sektor migas pada Februari 2026 mencapai Rp11,1 triliun, alias merosot 36,3% secara yoy. Realisasi tersebut setara dengan 9,5% dari target APBN 2026.
“Kalau untuk [PNBP dari] SDA migas, ada kontraksi 36,3% karena ada penurunan ICP dan lifting,” terang Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam konferensi pers APBNKita Edisi Maret 2026, Rabu (11/3/2026).
(azr/ros)






























