Logo Bloomberg Technoz

Ramai Istiqlal Wakaf ke Saham, Ini Profil Majoris AM

Cahya Puteri Abdi Rabbi
10 August 2026 14:00

Umat muslim usai melaksanakan ibadah Salat Idulfitri di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (31/3/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Umat muslim usai melaksanakan ibadah Salat Idulfitri di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (31/3/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal belakangan ramai dibicarakan. Program ini melibatkan Istiqlal Global Fund (IGF) di bawah Badan Pengelola Masjid Istiqlal dan PT Majoris Asset Management (Majoris AM) sebagai pihak yang mengelola dana wakaf dalam bentuk produk pasar modal. Peluncuran ini merupakan kelanjutan dari kerja sama yang diteken pada Oktober 2025 dan mulai diperkenalkan ke publik.

PT Majoris Asset Management merupakan perusahaan manajer investasi yang berdiri pada 2015 dan telah mengantongi izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perusahaan ini mengelola berbagai produk seperti reksa dana dan kontrak pengelolaan dana, dengan fokus pada instrumen saham dan obligasi, termasuk pengembangan produk berbasis syariah.

Perusahaan ini didirikan dan dipimpin oleh Zulfa Hendri sebagai Direktur Utama sekaligus co-founder. Ia memiliki rekam jejak panjang di industri pasar modal, termasuk pernah menjabat sebagai Presiden Direktur PT Danareksa Investment Management dan berpengalaman di bidang treasury, structured product, hingga pengelolaan investasi.


Selain Zulfa, pendiri lain adalah Dasrul Chaniago yang berperan sebagai direktur dengan latar belakang keuangan, termasuk pengalaman sebagai Direktur dan CFO di General Electric (GE) Indonesia. Sementara itu, posisi Chief Investment Officer (CIO) diisi oleh Rafdi Prima yang memimpin strategi pengelolaan dana.

Dari sisi pengawasan, jajaran komisaris Majoris juga diisi oleh nama-nama yang memiliki keterkaitan dengan sejumlah perusahaan besar. Komisaris Utama Farid Harianto tercatat memiliki pengalaman dan posisi di berbagai perusahaan, antara lain pernah terlibat di PT Pertamina Bina Medika (Pertamedika IHC), PT Indika Energy Tbk melalui entitas anak usaha, serta PT Nusantara Infrastructure Tbk dan PT Unggul Indah Cahya Tbk.