Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Menguat Ungguli Mata Uang Asia

Tim Riset Bloomberg Technoz
10 August 2026 09:24

Karyawan merapihkan mata uang dolar AS dan rupiah di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan mata uang dolar AS dan rupiah di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah membuka perdagangan pekan ini dengan penguatan 0,26% ke Rp17.844/US$, meski harga minyak mentah dunia kembali naik ke level US$84/barel. 

Tekanan harga minyak membawa perngaruh berbeda pada sebagian mata uang Asia pagi ini. Rupiah menguat bersama dolar Taiwan, peso Filipina, baht Thailand, dan ringgit Malaysia. Sebaliknya, won Korea Selatan melemah bersama yen Jepang, dolar Singapura, dan yuan offshore. 

Penguatan sebagian mata uang kawasan tertopang oleh strategi bank sentral negara yang semakin mencoba memperkuat posisi mata uangnya tanpa membuat cadangan devisa tergerus. 


India, misalnya, disebut menarik hampir US$40 miliar dari diaspora lewat deposito dolar berbunga tinggi, dan startegi ini terbukti membantu pemulihan rupee dari posisi terendahnya pada Mei. 

Sementara Korea Selatan beberapa waktu lalu dikabarkan mendorong percepatan repatriasi dolar korporasi, dan membuat won mencatat penguatan bulanan terbesar sejak 2022.