Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Pagi Ini Hampir Sentuh Rp18.000/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
29 September 2026 09:39

Karyawan merapihkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah membuka perdagangan dengan pelemahan 0,07% ke Rp17.988/US$, menyusul belum meredanya tekanan eksternal dengan kenaikan harga minyak Brent ke US$106,68/barel.  

Mata uang Asia sebagian besar melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hari ini, dengan baht Thailand melemah paling tajam, disusul won Korea Selatan, rupiah, ringgit Malaysia, dolar Taiwan, yen Jepang, dan dolar Singapura.

Sebaliknya, peso Filipina menguat bersama yuan China dan yuan offshore. 

Rupiah dan mata uang Asia, mayoritas melemah. (Bloomberg)

Dari domestik, tekanan terhadap rupiah diperberat oleh ekspektasi inflasi yang meninggi ke 3,3% yoy untuk periode September. Sementara proyeksi neraca dagang juga belum menguntungkan rupiah.

Kinerja impor Agustus diperkirakan tumbuh 27,8% secara tahunan, lebih tinggi dari pertumbuhan 27,02% pada Juli. Sementara pertumbuhan ekspor diperkirakan melambat tajam menjadi 2,5% dari 6,05%.