Bitcoin Kehilangan Momentum Usai Reli, Efek Ketidakpastian Makro
Redaksi
29 September 2026 11:35

Bloomberg, Bitcoin terus kehilangan momentum pada Senin, mendingin setelah reli pesat dalam beberapa pekan terakhir, seiring babak baru ketidakpastian makro membebani aset berisiko. Bitcoin turun sebanyak 2,3% menjadi US$82.568 sebelum memangkas sebagian kerugiannya. Aset digital lainnya juga melemah, dengan token terbesar kedua, Ether, turun sebanyak 1,9% dan Solana merosot 4,3%.
Latar belakang makro turut membebani pasar kripto. Aset kripto turun bersama saham dan obligasi setelah Presiden Donald Trump menolak proposal terbaru Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, sementara harga minyak melanjutkan kenaikannya.
Pergerakan tersebut terjadi ketika pasar juga mencerna keputusan Federal Reserve pada awal bulan ini untuk menaikkan suku bunga, dengan para pedagang mulai memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga lainnya pada Oktober.
Penurunan tersebut mengikuti reli pada awal pekan lalu yang sempat mendorong Bitcoin menembus US$87.000, level tertingginya sejak Januari.
Permintaan institusional juga meningkat, dengan dana yang diperdagangkan di bursa atau exchange-traded funds (ETF) Bitcoin mencatat arus masuk bersih mingguan terbesar sejak token tersebut mencapai rekor di atas US$126.000 pada Oktober tahun lalu.
Meski demikian, sebagian investor melihat pelemahan Bitcoin baru-baru ini sebagai jeda setelah kenaikan kuat sebelumnya, bukan sebagai berakhirnya momentum positif.
































