Musalem The Fed Sinyalkan Suku Bunga AS Bakal Naik Lagi
News
22 September 2026 07:15

Jonnelle Marte - Bloomberg News
Bloomberg, Gubernur Federal Reserve Bank of St. Louis Alberto Musalem mengatakan kenaikan suku bunga tambahan mungkin diperlukan untuk mencapai target inflasi bank sentral. Dia menambahkan bahwa kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) mungkin masih memberikan stimulus terhadap perekonomian meski suku bunga telah dinaikkan bulan ini.
“Permintaan yang terus bertahan dan tekanan pasokan yang berulang masih berkontribusi terhadap tingginya risiko inflasi. Saya menilai, tanpa pengetatan kebijakan lebih lanjut untuk mengendalikan inflasi, kemungkinan inflasi akan berada jauh di atas target 2% kami dalam 18 bulan ke depan lebih besar dibandingkan kemungkinan inflasi mencapai target tersebut,” kata Musalem dalam wawancara dengan Reuters pada Senin (21/9).
Para pejabat The Fed sepakat secara bulat menaikkan suku bunga pada pekan lalu untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun. Mereka juga mengisyaratkan kemungkinan menaikkan suku bunga satu kali lagi sebelum akhir tahun. Gubernur The Fed Kevin Warsh mengatakan langkah tersebut bertujuan mengurangi “porsi akomodasi” kebijakan moneter dan membantu mempercepat kembalinya inflasi ke level 2%.
Musalem, yang tidak memiliki hak suara dalam keputusan kebijakan moneter tahun ini, mengatakan kenaikan suku bunga lebih awal melalui langkah-langkah bertahap akan “lebih minim gangguan” dibandingkan menerapkan kebijakan yang lebih besar pada tahap berikutnya. Dia juga menyebut kisaran suku bunga acuan The Fed saat ini, yaitu 3,75% hingga 4%, berada “di sisi akomodatif”. Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa kebijakan moneter saat ini belum memberikan tekanan yang cukup besar terhadap perekonomian untuk memperlambat pertumbuhan dan meredam inflasi.































