Logo Bloomberg Technoz

Belajar dari Blackout 2019, PLN Mau Pakai Baterai Raksasa di PLTA

Sabrina Mulia Rhamadanty
05 August 2026 17:40

PLTA Bawah Tanah Pertama di Indonesia di Cirata, Jawa Barat (Bloomberg Technoz/Dovana Hasiana)
PLTA Bawah Tanah Pertama di Indonesia di Cirata, Jawa Barat (Bloomberg Technoz/Dovana Hasiana)

Bloomberg Technoz, Jakarta –  PT PLN (Persero) menyebut akan mengandalkan teknologi pumped storage hydropower (PSH) sebagai ‘baterai raksasa’ dalam mengejar target pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).

Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN Suroso Isnandar menerangkan langkah ini diambil berdasarkan evaluasi mendalam atas insiden mati listrik massal (blackout) yang pernah melanda sebagian Jawa pada 2019.

"Pengalaman blackout pada 2019 memberikan pelajaran berharga bahwa kita memiliki window time sekitar 6 menit untuk menstabilkan jaringan. Untuk itu, meskipun dikritisi dari sisi keekonomian pengembangan pumped storage akan tetap kami lanjutkan, baik oleh PLN maupun IPP,” ungkap Suroso dalam agenda Indonesia Hydropower Summit 2026, Rabu (5/8/2026).


Secara operasional, Suroso memaparkan fasilitas ini menampung energi saat permintaan listrik masyarakat menurun dengan memompa air ke tempat yang lebih tinggi.

Air tersebut kemudian dilepaskan kembali ke waduk bawah untuk menghasilkan pasokan listrik tambahan begitu terjadi lonjakan konsumsi (beban puncak).