Logo Bloomberg Technoz

PLTSa Legok Nangka Beroperasi 2029, Listrik 40,79 MW Diserap PLN

Sabrina Mulia Rhamadanty
03 August 2026 13:40

Uji coba pengolahan sampah Refuse Derived Fuel (RDF) Plant di Rorotan, Jakarta. Selasa (25/2/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Uji coba pengolahan sampah Refuse Derived Fuel (RDF) Plant di Rorotan, Jakarta. Selasa (25/2/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT PLN (Persero) memastikan akan menyerap listrik sebesar 40,79 megawatt (MW) dari Proyek Strategis Nasional (PSN) pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) atau Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. 

"Kami akan menyerap produksi listrik yang dihasilkan dari pengolahan sampah ini dan menyalurkannya kepada masyarakat. Melalui Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik [PJBL] selama 20 tahun, kami memberikan kepastian agar proyek ini dapat berjalan secara berkelanjutan," kata Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar dalam keterangan tertulis, Senin (3/8/2026). 

Proyek PSEL yang kini memasuki tahap konstruksi tersebut ditargetkan beroperasi pada 2029 dan mampu mengolah hingga 2.131 ton sampah per hari serta menghasilkan listrik berkapasitas 40,79 megawatt (MW) atau mencapai 310 gigawatt-hour (GWh) per tahun.


“Melalui perjanjian tersebut, PLN memberikan kepastian pembelian listrik yang dihasilkan, sehingga mendukung pengembangan proyek waste to energy secara berkelanjutan,” tambahnya. 

Suroso menambahkan bahwa selain memperkuat bauran energi bersih, pengembangan PSEL Legok Nangka juga menunjukkan sektor ketenagalistrikan dapat berkontribusi terhadap penyelesaian persoalan lingkungan melalui pemanfaatan sampah menjadi energi.