Logo Bloomberg Technoz

Penyebab IHSG Ditutup Menguat, Senada dengan Bursa Asia

Muhammad Julian Fadli
05 August 2026 17:15

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Rabu (5/8/2026) dengan keberhasilan menguat di zona optimistis dengan melesat 0,5% di posisi 6.351 setelah terdorong sentimen pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II–2026 yang tercatat tumbuh 5,29% year–on–year.

IHSG pun nyaris berhasil ditutup di level tertinggi 6.367. Adapun level terendah sempat tersentuh sesaat pada level 6.316 yang terjadi pada perdagangan intraday pagi hari tadi.

IHSG Penutupan Sesi II pada Rabu 5 Agustus 2026 (Bloomberg)

Volume transaksi tercatat menyentuh 40,35 miliar saham, dengan nilai jual–beli mencapai Rp14,93 triliun. Frekuensi yang terjadi sebanyak 2,33 juta kali diperjualbelikan. Adapun 406 saham mengalami penguatan terbaiknya, dan hanya ada 208 saham melemah. Sedang 178 saham tidak bergerak.


Sementara itu, kurs nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berhasil menguat 0,51% ke level Rp17.930/US$ pada tutup perdagangan di pasar spot.

IHSG menjadi satu di Bursa Asia yang serasi di zona hijau. KOSPI (Korea Selatan), NIKKEI 225 (Jepang), TW Weighted Index (Taiwan), KOSDAQ (Korea Selatan), Topix (Jepang), Shenzhen Comp. (China), Shanghai Composite (China), CSI 300 (China), KLCI (Malaysia), dan Hang Seng (Hong Kong),  yang berhasil menguat pada tutup dagang hari ini,