Logo Bloomberg Technoz

Perbaikan Persepsi Risiko Indonesia Angkat Pasar Obligasi

Redaksi
03 August 2026 15:04

Ilustrasi Pasar Obligasi (Diolah)
Ilustrasi Pasar Obligasi (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rilis data ekonomi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sepertinya disambut positif oleh pasar. Pada Senin (3/8/2026) pukul 13.00 WIB, yield Surat Utang Negara (SUN) tercatat turun di hampir seluruh tenor. Penurunan ini, agaknya menggambarkan bahwa pelaku pasar mulai menilai risiko ekonomi Indonesia relatif terkendali, daripada beberapa pekan sebelumnya. 

Yield tenor pendek hingga menengah mengalami penurunan paling signifikan. Yield SUN tenor 4 tahun turun 3,4 basis poin (bps) menjadi 7,27%, disusul tenor 6 tahun yang turun 3,1 bps menjadi 7,3%, serta tenor 11 tahun yang turun 3 bps menjadi 7,34%.

Pergerakan yield obligasi pemerintah, Senin (3/8/2026). (Bloomberg)

Penurunan yang relatif merata ini mengindikasikan adanya aksi beli obligasi yang cukup kuat, tertopang optimisme akan prospek pertumbuhan ekonomi domestik. 


Optimisme ini muncul seiring membaiknya sejumlah indikator makroekonomi. Pertama, inflasi Juli yang melambat menjadi 2,88% secara tahunan, bahkan mencatat deflasi 0,14% secara bulanan, memperkuat keyakinan bahwa tekanan harga mulai mereda. 

Meski begitu, pasar belum sepenuhnya menghilangkan sikap waspada. Hal ini tercermin dari bentuk kurva yield yang masih relatif datar. Selisih yield antara tenor 1 tahun sebesar 7,04% dan tenor 10 tahun sebesar 7,32% hanya sekitar 28 bps. Dalam kondisi normal, investor biasanya meminta premi risiko yang lebih tinggi untuk memegang obligasi jangka panjang.