Logo Bloomberg Technoz

Pasar Obligasi Dibayangi Kekhawatiran Defisit Fiskal dan Inflasi

Tim Riset Bloomberg Technoz
14 September 2026 11:12

Ilustrasi Pasar Obligasi (Diolah)
Ilustrasi Pasar Obligasi (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Obligasi pemerintah Indonesia mengalami tekanan pada perdagangan Senin (14/9/2026). 

Melansir data Bloomberg, pegerakan yield cenderung bearish pada sebagian besar tenor, terutama tenor menengah hingga panjang. 

Yield tenor 3 tahun naik 4,7 basis poin (bps) ke 6,9%, sementara tenor 4 tahun melonjak 8,3 bps ke 6,99%, menjadi tenor yang naik paling tajam. Tekanan juga terlihat pada tenor 12 tahun yang naik 5,1 bps ke 7,16%, dan 15 tahun naik 0,5 bps ke 7,2%. 

Pergerakan yield di pasar obligasi RI. (Bloomberg)

Sementara, tenor 5-11 tahun bergerak beragam, namun tetap mencatat kenaikan yield

Pada tenor panjang, pergerakan juga cenderung naik. Yield 20 tahun naik 2,8 bps ke 7,21%, dan tenor 30 tahun naik 1,4 bps ke 7,22%, meski tenor 18 dan 40 tahun turun masing-masing 0,4 bps.