Obligasi Indonesia Mulai Stabil, Tapi Luka Lama Belum Pulih
Tim Riset Bloomberg Technoz
10 September 2026 10:16

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pasar obligasi domestik mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Arus dana asing yang sebelumnya keluar berangsur kembali masuk ke dalam negeri.
Meski begitu, sepertinya investor belum sepenuhnya kembali ke pasar obligasi Indonesia dan cenderung hati-hati terhadap arah kebijakan domestik yang sepanjang tahun ini menimbulkan kekhawatiran investor. Kebijakan yang bertumpu pada langkah sentralisasi, menimbulkan sentimen negatif adanya intervensi pemerintah yang semakin agresif.
Melansir data yang dihimpun Bloomberg, pasar obligasi Tanah Air mencatat arus modal masuk US$1,68 miliar sejak kuartal III-2026 (quater-to-date/QTD). Jika ditarik ke belakang sejak awal tahun (year-to-date/YTD), aliran masuk membesar hingga US$2,02 miliar. Per 7 September, total kepemilikan asing di pasar surat utang senilai US$915,6 miliar.
Namun jika melihat angkanya, maka aliran masuk modal asing di pasar obligasi belum kembali seperti tahun lalu yang mencapai US$953,85 miliar secara total pada 29 Agustus 2025. Bahkan cukup jauh jika dibandingkan posisi pada 31 Desember 2019 yang mencapai US$1,06 triliun.
Agaknya investor masih bersikap waspada terhadap arah kebijakan domestik. Selalin itu, pelaku pasar juga mencermati arah fiskal, meski pemerintah berkomitmen untuk menjaga defisit anggaran di bawah 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB).































