Logo Bloomberg Technoz

Surat Utang Banyak Dilepas, Rupiah Makin Lemas

Tim Riset Bloomberg Technoz
11 September 2026 14:36

Ilustrasi Surat Utang (Diolah)
Ilustrasi Surat Utang (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pasar surat utang domestik mulai tersengat aksi jual yang melanda obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS), US Treasury. 

Melansir data Bloomberg, hampir semua tenor surat utang pemerintah mengalami kenaikan yield. Bahkan, tenor acuan 10 tahun yang awalnya cukup stabil dibanding negara kawasan mulai terangkat. 

Kenaikan yield paling tinggi terjadi pada tenor 4 tahun yang naik 8,4 basis poin (bps) ke 6,99%. Lalu, disusul teor 6 tahun naik 6,6 bps ke 7,05%, dan tenor 5 tahun naik 6,3 bps ke 7%. 


Yield tenor acuan 10 tahun juga ikut naik 5,3 bps ke 7,16%, seiring sentimen hawkish yang melanda pasar dan meningkatnya kekhawatiran inflasi global akibat kenaikan harga minyak mentah yang berada di US$108/barel. 

Pergerakan pasar surat utang pemerintah pada Jumat (11/9/2026). (Bloomberg)

Gelombang di pasar surat utang itu membuat posisi rupiah terombang-ambing. Rupiah siang ini kembali melemah 0,37% ke Rp17.604/US$.