Sementara dari domestik, penguatan rupiah tertopang oleh ekspektasi membaiknya posisi ekspor RI. Meski diproyeksikan masih akan kontraksi, nilainya membaik menjadi 0,4% dari kontraksi sebelumnya pada Mei sebesar 5,73%.
Di sisi lain, defisit fiskal yang relatif rendah sebesar 0,76% dari Produk Domestik Bruto (PDB) dan berlanjutkan kemajuan investasi infrastruktur berpotensi memberi sejumlah dukungan struktural.
Begitu juga dengan proyeksi ekonom dan analis, yang memperkirakan neraca perdagangan Indonesia masih defisit US$756 juta. Meski masih minus, setidaknya ada perbaikan ketimbang posisi bulan sebelumnya, US$1,61 miliar.
Di samping, inflasi juga diperkirakan akan kembali melandai, menjadi 3,16% secara bulanan (month-to-month/mtm), melambat dari inflasi sebelumnya 3,34% mtm.
Hari ini, rupiah akan digerakkan oleh sejumlah data ekonomi yang akan diumumkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada 11.00 WIB.
(dsp)






























