Harga Minyak Reda, Rupiah Masih Dibayangi Defisit Dagang
Tim Riset Bloomberg Technoz
03 August 2026 08:19

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah di pasar spot berpotensi mendapat angin segar dari turunnya harga minyak, setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan perundingan baru dengan Iran akan berlangsung hari ini.
Pada Senin (3/8/2026), pergerakan rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) cenderung stabil di rentang Rp18.048/US$ pada 08.17 WIB.
Harga minyak mentah Brent kontrak Oktober sempat merosot hingga 7,3% pada awal perdagangan Asia. Hingga waktu perdagangan Singapura dibuka, harga Brent masih turun, meski sedikit terpangkas, menjadi 4,7% ke US$83,77 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) turun di bawah US$81 per barel.
Dari sisi pasokan, negara-negara utama OPEC+ menyetujui kenaikan kuota produksi minyak, dan disebut akan memulihkan pasokan yang sebelumnya dipangkas sejak 2023.
Perkembangan terkait kondisi energi global ini membuat pasar valuta asing Asia merespons positif. Di pasar yang sudah buka, won Korea Selatan menguat paling tajam 0,46%, disusul dolar Singapura 0,12%. Sementara, ringgit Malaysia dan yuan offshore menguat terbatas.




























