Logo Bloomberg Technoz

Dibayangi Sikap Hawkish The Fed, IHSG Berisiko Tertekan

Muhammad Julian Fadli
17 September 2026 09:28

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Kamis 17 September 2026, masih ada kemungkinan melemah. Indeks tertekan sinyal hawkish dari bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve yang menyiratkan suku bunga acuan masih bisa naik lagi, setelah kenaikan 25 basis poin (bps) dini hari tadi menjadi 3,75–4%.

Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup di zona merah dengan mencatatkan pelemahan 24,3 poin (0,38%) hingga menutup perdagangan di posisi terendahnya 6.436.

Secara teknikal IHSG rasanya akan menguji support sebelumnya di 6.350. Support lanjutan akan mendekati level 6.300, sedangkan support terkuat adalah 6.270.


Apabila IHSG berhasil bertahan hingga memberikan indikasi penguatan di atas 6.450, maka resistance pertama berpotensi menuju 6.500 sebagai target terdekat. Kemudian 6.550 sampai dengan 6.600 akan menjadi target psikologis.

Analisis Teknikal IHSG pada Kamis 17 September (Riset Bloomberg Technoz)

Sentimen pada perdagangan hari ini utamanya datang dari sisi eksternal. Komite Pengambil Kebijakan The Fed (Federal Open Market Committee/ FOMC) dengan suara bulat memutuskan menaikkan suku bunga acuan menjadi 3,75–4%. Ini sesuai dengan ekspektasi pasar, meski menjadi kenaikan pertama dalam tiga tahun terakhir.