Kalender Ekonomi: Rangkaian Data Ekonomi Siap Menguji Rupiah
Redaksi
03 August 2026 06:38

Bloomberg Technoz, Jakarta - Memasuki bulan Agustus, sederet agenda ekonomi global dan regional akan jadi perhatian pelaku pasar pada pekan pertama yang sibuk ini. Pelaku pasar akan mencermati rilis data inflasi, neraca perdagangan, dan pertumbuhan Indonesia, serta laporan ketenagakerhaan Amerika Serikat (AS) atau Nonfarm Payrolls, yang jadi acuan arah kebijakan Federal Reserve.
Di sisi lain, pergerakan harga minyak juga berpotensi menjadi sumber volatilitas setelah para menteri OPEC+ dijadwalkan menggelar pertemuan pada Minggu (2/8/2026) untuk menentukan target produksi minyak bulan September. Keputusan ini akan jadi indikator penting bagi prospek harga energi dan inflasi global.
Dari dalam negeri, perhatian pelaku pasar juga akan tertuju pada rilis Indeks Harga Konsumen (IHK) yang akan menggambarkan angka inflasi. Konsensus Bloomberg menghasilkan median proyeksi inflasi Juli di 3,16% secara bulanan (month-to-month/mtm), melambat dari inflasi sebelumnya 3,34% mtm.
Sementara itu, data neraca perdagangan juga tak luput dari perhatian pasar. Setelah sempat mengalami defisit sebesar US$1,61 miliar pada Mei 2026, konsensus Bloomberg memperkirakan defisit neraca perdagangan masih akan mencatat defisit US$756 juta, sedikit membaik dari posisi Mei.
Selain itu, investor akan mencermati data pertumbuhan ekonomi RI yang akan dirilis pada Rabu (5/8/2026). Angka ini akan jadi indikator utama untuk menilai seberapa kuat permintaan domestik di tengah ketidakpastian global dan tingginya volatilitas nilai tukar rupiah.





























