Logo Bloomberg Technoz

Atas temuan tersebut, BGN mengembalikan uang negara sebesar Rp311.246.295.184 ke kas negara. Dana yang dikembalikan berasal dari 121 SPPG melalui Bank BRI senilai Rp137,5 miliar, 117 SPPG melalui Bank BNI sebesar Rp74 miliar, 129 SPPG melalui Bank Mandiri senilai Rp71,6 miliar, 19 SPPG melalui Bank Syariah Indonesia (BSI) sebesar Rp12,9 miliar, serta 28 SPPG melalui Bank BTN senilai Rp15,3 miliar.

"Totalnya Rp311,2 miliar kami kembalikan ke kas negara dari hasil penyisiran yang kami temukan sampai saat ini terhadap 414 SPPG. Kami akan terus menyisir. Apabila nanti ada tambahan lagi, akan terus kami update," kata Sudaryono.

Selain mengembalikan dana, BGN juga menyerahkan temuan tersebut kepada aparat penegak hukum untuk didalami. Menurut Sudaryono, pihaknya ingin memastikan apakah terdapat unsur mens rea atau niat jahat dalam kasus tersebut, seperti upaya mencuri, melakukan korupsi, atau menilap dana negara.

"Misalnya memang ada niat untuk mencuri, ada niat untuk korupsi, ada niat untuk menilap, atau tidak. Semua itu kami serahkan kepada penegak hukum, dalam hal ini Kejaksaan, untuk diperiksa," ujarnya.

Ia menegaskan tidak ada pihak yang kebal hukum, termasuk apabila nantinya ditemukan keterlibatan oknum di lingkungan BGN.

"Tentu saja, bagi dapur-dapur, SPPG, maupun pihak-pihak mana pun—baik mitra maupun siapa pun, termasuk apabila ada oknum di Badan Gizi Nasional—tidak ada yang kebal hukum. Kami sampaikan semuanya kepada penegak hukum," ungkap Sudaryono.

BGN menduga terdapat oknum internal pada periode sebelumnya yang mengirimkan dana ke rekening-rekening bermasalah tersebut. Namun, lanjut Sudaryono, dugaan itu masih memerlukan pembuktian oleh aparat penegak hukum.

"Jadi kami menduga—ini masih dugaan, tentu pembuktiannya ada pada penegak hukum—kenapa uang bisa terkirim, bagaimana dapur bisa memiliki rekening ganda, atau kenapa ada rekening untuk dapur yang belum beroperasi. Kami menduga ada oknum-oknum terdahulu di dalam BGN yang kemudian mengirimkan dana tersebut. Apa motivasinya, kami masih mendalami," pungkas dia.

(dec/wep)

No more pages
← Prev article

Artikel Terkait

Baca Juga

Lainnya

Bloomberg Businessweek Indonesia

Z-Zone