Logo Bloomberg Technoz

“Ada alasan kuat untuk memperkirakan tren positif pada margin kotor juga untuk paruh kedua,” kata CFO Stefano Grassi, sambil menyebutkan serangkaian inovasi produk yang akan diluncurkan ke pasar, seperti kacamata AI, bingkai kacamata dengan teknologi peningkatan audio Nuance, dan lensa progresif Varilux.

EssilorLuxottica tersebut menegaskan kembali bahwa perusahaan memperkirakan laba operasional yang disesuaikan akan meningkat secara umum sejalan dengan penjualan selama lima tahun ke depan.

Perusahaan tidak mengungkapkan data penjualan kacamata AI untuk kuartal kedua. Pertumbuhan di kategori ini didorong oleh merek Ray-Ban dan Oakley, diterangkan CEO Francesco Milleri dan Deputi CEO Paul du Saillant.

Harga saham perusahaan telah turun tahun ini efek dari kekhawatiran terkait margin laba. Ketegangan di antara para ahli waris pendiri perusahaan, Leonardo Del Vecchio, juga turut menekan harga saham, demikian menurut para analis.

Laporan keuangan EssilorLuxottica dipandang sebagai “sedikit kelegaan setelah serangkaian revisi penurunan laba dan tekanan terhadap harga saham dalam beberapa bulan terakhir,” tulis analis Morgan Stanley, Grace Smalley, dalam catatan kepada kliennya.

Seiring dengan persiapan Alphabet Inc. dan Apple Inc. untuk memasuki persaingan kacamata AI, Meta bulan lalu mulai menjual model dengan harga lebih terjangkau sebesar US$299 di bawah mereknya sendiri. 

Walau EssilorLuxottica masih memproduksi frame kacamata tersebut, harganya US$80 lebih murah dibandingkan Ray-Ban Meta Wayfarer.

Milleri menegaskan, kemitraan dengan Meta terus berkembang dan menciptakan portofolio yang berbeda “untuk menargetkan konsumen elektronik.” Perusahaan ini merupakan produsen lensa eksklusif untuk kacamata Meta, tambahnya.

Pendapatan naik 8,7% berdasarkan kurs konstan menjadi €7,69 miliar pada kuartal kedua, di bawah perkiraan rata-rata analis yang memprediksi kenaikan sebesar 10,1% menjadi €7,75 miliar. Pertumbuhan di Amerika Utara, pasar terbesar EssilorLuxottica, melambat menjadi 7,2% dari 12,5% pada kuartal pertama.

Perlambatan ini mencerminkan “lingkungan makroekonomi yang lebih tidak stabil secara global,” kata EssilorLuxottica. Raksasa barang mewah Prancis, LVMH, mengatakan pada hari Senin bahwa perang di Iran telah membuat para pembeli kaya enggan berbelanja.

Meskipun demikian, angka-angka tersebut menunjukkan “pertumbuhan yang tinggi dan kokoh,” kata para analis di Jefferies dalam sebuah catatan, sambil menambahkan bahwa saham perusahaan menawarkan rasio risiko berbanding hasil yang menarik setelah penurunan baru-baru ini.

Selain kacamata AI, EssilorLuxottica juga memperluas bisnisnya ke bidang teknologi medis. Produk pengelolaan miopia melonjak 24% pada kuartal kedua, kata perusahaan tersebut. Penjualan di Asia didorong oleh akuisisi pengecer kacamata Top Charoen di Thailand pada bulan April.

(bbn)

No more pages