Logo Bloomberg Technoz

Kejar Penerapan E20, Prabowo Putuskan Bangun 50 Pabrik Etanol

Pramesti Regita Cindy
18 July 2026 13:00

Presiden Prabowo Hadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026, Jakarta (Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Hadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026, Jakarta (Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto berencana membangun sedikitnya 30 pabrik etanol nasional, bahkan hingga 50 pabrik, sebagai upaya mengejar penerapan mandatori bahan bakar minyak dengan campuran 20% etanol atau E20. Keputusan itu disampaikan Prabowo dalam acara panen raya serentak di 43 titik di Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

Prabowo mengatakan Indonesia saat ini telah mampu melakukan penerapan pencampuran bensin dengan etanol 10% atau E10. Namun, berdasarkan paparan yang diterimanya, Indonesia dinilai mampu langsung menargetkan implementasi E20.

"Dan hari ini saya dipaparkan, dikasih lihat tadi—saya minta maaf tadi saya lama melihat pameran—itu ada tadi sudah mulai kita mampu menuju E10, etanol 10. Jadi nanti bensin bisa dicampur dengan 10% etanol."


"Tapi tadi para petugas mengatakan kita bisa sampai E20. Butuh pabrik, tadi pabriknya yang baru kita miliki baru satu pabrik. Tadi saya putuskan kita akan bangun minimal 30 pabrik etanol, kalau perlu sampai 50 pabrik," kata Prabowo mengutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (18/7/2026).

Bahkan pemimpin tertinggi RI tersebut turut membandingkan perkembangan pemanfaatan bioetanol Indonesia dengan sejumlah negara lain. Ia menyebut India telah menerapkan E20, sementara Brasil bahkan telah menggunakan E100 atau bahan bakar berbasis etanol murni.