Logo Bloomberg Technoz

Uang Primer (M0) Masih Tumbuh Tinggi Meski Melambat

Hidayat Setiaji
07 September 2026 10:38

Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengumumkan data uang primer atau M0 periode Juli. Terjadi pertumbuhan tinggi, meski melambat.

Pada Senin (7/9/2026), BI melaporkan jumlah uang primer pada Juli tercatat Rp 2.281,5 triliun. Naik 16,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

Meski masih tumbuh impresif, tetapi terjadi perlambatan. Sebab pada Juni terjadi pertumbuhan mencapai 17,1% yoy.


Pertumbuhan uang primer pada Juli dipengaruhi oleh kenaikan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted sebesar 19% yoy dan uang kartal yang diedarkan sebesar 12,9% yoy. Berdasarkan faktor yang memengaruhinya, pertumbuhan M0 adjusted telah memperhitungkan dampak pemberian insentif likuiditas (pengendalian moneter adjusted).

M0 adjusted menggambarkan perkembangan uang primer yang telah mengisolasi dampak penurunan giro bank di BI akibat pemberian insentif likuiditas. Mulai Januari 2025, BI melakukan penyesuaian perhitungan M0 adjusted untuk memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai perkembangan uang primer dan pengaruh dari kebijakan likuiditas yang dilakukan oleh BI