Logo Bloomberg Technoz

Rute alternatif utama yang digunakan Arab Saudi untuk menghindari Selat Hormuz juga berisiko minggu ini.

Riyadh sebelumnya mengekspor volume minyak mentah dalam jumlah rekor dari terminal-terminal di Laut Merah sebelum Houthi di Yaman—didukung oleh Teheran—memperingatkan kapal-kapal di kawasan tersebut agar tidak singgah di pelabuhan-pelabuhan Arab Saudi.

Kelompok tersebut kemudian menyerang dua kapal tanker milik Arab Saudi, sehingga menimbulkan keraguan mengenai pengiriman minyak ke Asia.

Tiga kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz semalam mengangkut berbagai jenis minyak mentah, di mana satu kapal memuat muatan di Irak, satu di Qatar, dan yang ketiga di Uni Emirat Arab, menurut data pelacakan.

Ketiga kapal tersebut melintasi selat dengan sinyal posisi otomatisnya dimatikan, sehingga kapal-kapal tersebut lebih sulit dipantau dan mengurangi risiko mereka diserang.

Salah satunya memberi sinyal tujuannya ke Rizhao di China, di mana kapal tersebut dijadwalkan tiba pada pertengahan bulan depan. Dua kapal lainnya belum menunjukkan ke mana tujuan mereka.

(bbn)

No more pages