Logo Bloomberg Technoz

Goldman: Harga Minyak US$120 Jika Kapal di Timteng Terus Diserang

News
07 September 2026 13:50

Kapal tanker minyak tiba di dermaga laut lepas Pangkalan Penimbunan Minyak Nasional Shirashima di Kitakyushu, Prefektur Fukuoka, Jepang./Bloomberg
Kapal tanker minyak tiba di dermaga laut lepas Pangkalan Penimbunan Minyak Nasional Shirashima di Kitakyushu, Prefektur Fukuoka, Jepang./Bloomberg

Nicholas Lua dan Paul Allen - Bloomberg News

Bloomberg, Harga minyak bisa melonjak hingga US$120 per barel jika serangan terhadap kapal-kapal di Timur Tengah semakin meningkat, menurut Goldman Sachs Group Inc, yang merekomendasikan posisi beli (bet) pada saham gas alam dan solar sebagai cara untuk meraup keuntungan.

"Peristiwa dalam beberapa hari terakhir menunjukkan bahwa risiko gangguan pelayaran yang meluas dan semakin parah merupakan hal yang signifikan," ujar Daan Struyven, salah satu kepala riset komoditas global, dalam wawancara di Bloomberg TV.


Harga minyak mentah telah melonjak ke level tertinggi sejak Juli, seiring Amerika Serikat dan Iran tetap dalam kebuntuan terkait Selat Hormuz.

Dalam beberapa hari terakhir, Washington menyerang kapal tanker Iran, sementara Teheran menetapkan zona terlarang baru di luar perairan tersebut. Angkatan laut AS juga terus memblokade pelabuhan-pelabuhan Republik Islam Iran, sekaligus mengawal kapal-kapal milik produsen lain keluar dari wilayah tersebut.